My Weblog
Just another WordPress.com weblogbali 29 juni – 4 juli 2008
(ini adalah catatan dari perjalanan yang gw lakukan selama di Bali 29 Juni 2008 – 4 Juli 2008, informasi yang gw dapet adalah informasi yang gw dapetin dari beberapa orang, kalau ada kesalahan dalam beberapa hal mohon dimaafkan dan dikoreksi)
Sekilas sejarah Bali
Courtesy: Eat, Pray and love by Elizabeth Gilbert
Bali sebuah pulau Hindu kecil yang terletak ditengah-tengah 2000 mil kepulauan Indonesia yang merupakan Negara Islam terbesar di dunia ini. Oleh karena itu Bali merupakan sesuatu yang aneh dan menakjubkan yang sebenarnya tidak boleh ada sama sekali. Hindu di Pulau Bali merupakan agama yang diimpor dari India melalui Jawa. Para pedagang India membawa agama mereka ke timur pada abad keempat sesudah masehi. Para Raja Jawa mendirikan sebuah dinasti Hindu yang besar, hanya sedikit peninggalan yang tersisa salah satunya adalah Borobudur. Pada abad ke-16, pemberontakan Islam terjadi di daerah itu dan para Raja Hindu yang menyembah Shiva meninggalkan Jawa, lari ke Bali yang dikenal sebagai eksodus Majapahit.
FYI: hal ini yang menjelaskan kemudian kenapa ada beberapa bahasa yang dipakai di Bali adalah bahasa yang juga dipakai di Jawa. Seperti kata-kata Mulih untuk balik, dipakai di Bali dan Jawa juga.
Orang-orang Jawa yang kaya dan berkasta tinggi membawa bersama mereka ke Bali para keluarga kerajaan, pemahat dan pendeta, jadi bukan sesuatu yang berlebihan jika orang mengatakan bahwa semua Orang Bali adalah keturunan dari seorang raja, pendeta atau seniman, hal ini yang menyebabkan orang Bali mempunyai kebanggaan tersendiri akan hal tersebut.
Para penakluk Jawa membawa bersama mereka system kasta Hindu ke Bali, meskipun tidak ditekankan secara ketat seperti yang dilakukan di India, walaupun begitu masyarakat Bali mengenal hirarkis social yang kompleks (contohnya terdapat lima bagian dari kasta Brahmana). Singkatnya semua orang di Bali mempunyai marga, semua orang tau dia berada di marga yang mana, dan mereka tau marga dari masing-masing orang. Dan jika dikeluarkan dari marga, sama artinya dengan kita sudah dianggap mati.
FYI: mungkin marga yang dimaksud disini ada kesamaan arti dengan Banjar. Karena di Bali terdiri dari berbagai macam Banjar yang mempunyai Pura dan Mangku/Belian (dukun/tetua) sendiri.
Budaya Bali merupakan satu system social dan organisasi agama yang plaing sistematis di dunia, suatu pekerjaan, peran dan upacara-upacara dalam bentuk kubah yang besar. Masyarakat Bali berada dalam sebuah adat yang sangat rumit, terdapat beberapa kombinasi dari beberapa factor yang menciptakan jaringan ini, tetapi pada dasarnya dapat dikatakan bahwa Bali terjadi ketika ritual-ritual dan tradisi Hindu yang berlebihan diterapkan dalam masyarakat agraris yang digerakan oleh kebutuhan dengan kerjasama komunal yang kompleks.
Upacara keagamaan merupakan hal yang sangat penting di Bali. Ciri khas dari wanita Bali adalah menghabiskan sepertiga dari waktu bangunnya untuk mempersiapkan upacara, atau turut serta dalam upacara atau membersihkan tempat setelah upacara. Hidup di bali merupakan perputaran perputaran dari penyembahan dan ritual yang tak henti-hentinya. Semua urutan harus dijalankan dengan benar dan dengan intense yang benar, atau seluruh alam semesta akan kehilangan keseimbangan. Semua tanggal dan ritual disimpan oleh Pendeta dan orang-orang suci yang mencari keterangan dari tiga penanggalan yang berbeda.
FYI: setiap anak Bali menjalani upacara potong gigi begitu memasuki masa puber, dimana gigi taring digosok hingga rata untuk memperbaiki estetika. Gigi taring dianggap sebagai kenangan akan keadaan alamiah yang lebih kasar dan karenanya harus dibuang.
Yang terbaik yang dapat dilakukan di Bali adalah alus yang artinya membersihkan atau mempercantik. Keindahan itu bagus di Bali, karena indah menuju kesucian dan keamanan. Anak-anak diajarkan untuk menghadapi kesulitan dan ketidaknyamanan dengan wajah yang tersenyum.
Orang Hindu melihat alam semesta dipandang dari segi karma, suatu proses dari perputaran yang terus menerus, atau dengan kata lain manusia tidak pernah benar-benar berhenti dimana saja pada akhir hidup – tidak di surga atau neraka – tetapi berputar kembali kedunia dalam bentuk yang lain, agar dapat menyelesaikan hubungan atau kesalahan yang kita tinggalkan yang belum selesai pada waktu yang lalu. Ketika akhirnya kesempurnaan tercapai, manusia akan keluar dari putaran tersebut dan mencair masuk ke dalam kehampaan. Pengertian karma mengandung arti bahwa surga dan neraka hanya di temui di dunia, dimana manusia mempunyai kapasitas untuk menciptakan surga dan neraka, membuat kebaikan atau kejahatan terkandung dari takdir dan karakter.
Itu sekilas gambaran mengenai Bali, now we’re going to my own jouney
Hari pertama, 29 Juni 2008
Menurut jadwal pesawat Airasia yang kita naikin akan berangkat jam 06.55, jadi kita memutuskan untuk berangkat jam 5, dengan pertimbangan bahwa ini hari Sabtu Pagi, sekolah libur, kantor libur dan menunggu waktu sholat Subuh. Jadi sambil nunggu yang lainnya siap, gw nonton acara TV dong, acara binatang-binatang gitu, dan topic yang diangkat adalah mengenai SEX…kamasutra versi manusia doing mah lewaaaaaaaaaat, segala jenis segala posisi ada disini, dari sado masokis, posisi normal, perkosaan, tikus yang punya bola pelir kelewat gede dari badannya, having sex secara konstan dan…mati kecapekan setelah itu, (poor Mr. Mouse).
Anyway tentang perjalanan dari rumah ke airport, check barang sampai boarding…kayanya baru kali ini deh kita terburu-buru. Kebayang aja, saking penuhnya airport dan counter airasia, secara musim libur dan semua orang naik airasia (iyalah murah) baru nyamp counternya, kita udah harus masuk karena UDAH WAKTUNYA BOARDING…jadilah gw n mum lari2 kaya orang gila, untung kita dapet tempat buat berdua.
Tapi penerbangan paling amazing emang dari Jakarta menuju Denpasar, kebayang ga sih, kita melewati gugusan gunung-gunung di Pulau Jawa, Bromo… down below from our plane.
Semakin deket ke Bali, sejujurnya sih gw aga deg2an. Secara kita ditunggu keluarga Kupang dan beberapa dari mereka gw belum kenal sama sekali, Cuma denger namanya aja… my question is… can I get along with them? Let’s see ajalah.
Anyway begitu gw nyampe Bali, perasaan familiar dan nyaman yang hanya bisa gw rasakan di tempat ini keluar, wangi sesajennya, logat orang2 Balinya… oh how much I love this island.
FYI: orang bali SANGAT TIDAK SUKA DIPANGGIL MAS, taruhan mereka bakal nengok dengan malas atau bahkan tidak menengok sama sekali. Jadi kalo ke Bali, selalu inget untuk memanggil para lelaki dengan Bli dan perempuan dengan Ayu.
Satu hal yang sadarin begitu kita nyampe di Bali adalah:
- Pilkada Gubernur Bali (akan diadakan pada tanggal 9 Juli) jadi kampanye sudah dimulai ketika kita sampai, anyway salah satu kandidat Bli Mangku Pastika itu yang didukung sama PDIP orang dari Sririt dan dia datang loh 3 hari sebelum prosesi Ngaben dimulai.
- Banyak buanget laying-layang, bukan sembarang layang2 kertas ya, ini layang-layang dari kain dan luar biasa besar. Berdasar info yang gw dapet, setiap Banjar mempunyai layang-layang yang berbeda-beda, terkadang untuk menaikan layang2 itu mereka meminta berkat dari Mangku, dan tidak jarang juga terjadi pertarungan ilmu antara para mangku di angkasa.
Anyway… ternyata yang namanya saudara sih… fine2 aja tuh, kita langsung aja gitu loh ketawa-ketiwi. Well, rencana untuk berangkat ke Sririt ditunda hingga besok pagi, jadi hari ini kita jalan2 aja deh ke Kintamani dan Tampak Siring. Malamnya, kita2 pada ke LAUT.
God, ga ada yang lebih indah dari duduk menyepi di malam hari, duduk diatas pasir dan melihat gelombang laut yang bergulung2 pelan ke pantai, langit malam Bali yang luar biasa cerah, semua rasi bintang ada disana, pesawat2 yang mendarat pelan2, pantai Kuta ga jauh dari airport kan. Abis itu nongkrong di Café pinggir jalan yang namanya Sky Lounge and ngeliat… GULAT PRO ANTARA LAKI2 BULE DAN PEREMPUAN LOKAL… FREE!!!!!!!!!!!!! Dan ngeliat ratusan orang yang lalu lalang di antara cafe2 dan club2 malam di Bali, Bule, Lokal, Asia, mini skirt, gown, cigarette, wine, beer, high heels, flat shoes…aw those night life in Bali was amazing.
Hari kedua, 30 Juni 2008
Mengawali hari dengan feeling kalau ada sesuatu yang datang ke kamar, mungkinkah dia …. Siapapun mahluk itu yang pasti kayanya sih dia nyuruh kita cepet2 berangkat ke Sririt.
Anyway Spain win against Germany in these Euro Cup 2008, viva le spain.
Nungguin mobil sewaan yang akan membawa kita ke Sririt, akhirnya kita2 jalan2 deh. Sementara yang lainnya ke mall, gw saking boringnya sama Mall, jauh2 ke bali dan akhirnya jalan2 ke MALL!!! Ngapain geto loh, eh ternyata di belakang mall ada pantai… (this is one thing that I really loved about Bali, especially Kuta)semua tempat pasti membelakangi atau terletak dekat… PANTAIIIIIII.
So here I am, dreams come true, ditemani kopi starbucks (yep, I bought a cup of iced coffee), menonton gelombang lautan, melihat 3 warna yang berbeda dari lautan, biru, hijau, putih, silih berganti, merasakan cuaca yang berubah dari panas sampai sejuk, walaupun gw ga ditemani sama music Jazz, tapi ada music alam yang luar biasa, suara lautan, pekikan burung (eh ada loh ternyata) walaupun gw ga tau itu burung apaan, BUT IT WAS SOOOO PERFECT.
After that kita memulai perjalanan kita ke Singaraja – Sririt – Bubunan.
Perjalanannya seru banget loh, Untuk sampai ke Singaraja ada beberapa jalan, tapi supir mobil yang kita sewa memilih untuk melewati daerah Bedugul yang luar biasa, dingin. Dari Bedugul kita melewati Lovina dan sampai ke Singaraja.
Bicara tentang komoditas, Singaraja dikenal dengan produksi anggur dan jeruknya, dan dikala musim kering hasil perkebunan akan dialihkan ke tanaman Tembakau. Kontur di Singaraja buat gw sangat luar biasa. Karena, dimana lagi ada Sawah yang dibelakangnya langsung terletak lautan? Cuma ada di Bali.
Menurut sejarahnya, sebelum Denpasar menjadi pusat kota, pusatnya terletak di Singaraja, karena itu tidak heran di Singaraja banyak terdapat bangunan tua peninggalan Belanda. Bicara tentang perasaan spooky, well memang ada rumah berhantu di Singaraja, yang ada hantu Belandanya dan salah satu tante gw merasakan perasaan merinding sepanjang jalan di Singaraja. Kalo gw piker sih ga heran, secara rumahnya emang rumah tua semua dan ada patung Khali… tau kan dewa bermuka jelek bertangan 4 sedikit lebih tinggi dari tiang lampu warna merah melotot memandangi orang2… gw juga merinding kaleeeeeeeeeeeee.
Plus note: mungkin gw aga egois ya? Kenapa gw ga rela gitu melihat rumah modern di Bali? Ko gw jadi kaya bule gini perasaanya? Ga rela melihat perubahan di pulau yang paling gw cintai di Indonesia… ini globalisasi neng, banyak orang bali yang pergi ke Pura, dan malemnya clubbing di Kuta… phew
So here we are at Sririt and meet our cousin Om Putu. And other Balinese cousins.
Here are some example tentang ngaben.
Acara yang kita datangi ini adalah semacam ngaben masal dan diadakan tiap 10 tahun sekali, (how lucky I am ya?) ngaben yang diadakan adalah semacam pembakaran yang diadakan secara simbolik terhadap orang2 yang sudah meninggal lama sekali. Salah satunya Opa gw yang belum diprosesikan secara Hindu.
FYI: diantara semua adat istiadat gw perhatiin Bali adalah yang terkuat diantara yang lain, tidak ada seorang Bali pun yang dapat keluar dari lingkungannya. Walaupun dia sudah berpindah keyakinan. Contohnya Opa gw yang udah convert ke Nasrani, di Bali sesajen atas nama dia tetap berlanjut hingga dia meninggal, dan setelah dia meninggal pun ada kewajiban untuk menjalankan prosesi kematiannya secara Hindu. Nobody could left the Balinese circle of live.
Menurut kepercayaan, Mangku (dukun) akan memanggil roh orang yang sudah meninggal dengan cara mengambil pasir sebanyak 3 kali dan roh akan kembali ke Bali. Secara simbolik, manusia yang telah meninggal akan dimandikan, dipakaikan kain putih dan dimasukan kayu cendana yang sudah dibentuk menyerupai manusia dan baru dingaben. Dimana menurut keyakinan di Bali arwah sedang dibangunkan.
FYI: selain lingkaran yang tidak boleh terputus, mereka percaya bahwa Bali harus dilakukan ngaben, atau sewaktu2 roh akan datang untuk minta dingaben.
Pada malam ini menurut kepercayaan, para Mangku sedang mendandani para arwah, karena keesokan harinya mereka akan bertemu para leluhur. Kalau diibaratkan dengan pengantin, malam ini seperti halnya malam midodareni. Untuk itu selama proses dari pertama hingga Ngaben, semua Orang Bali berdandan sebagus dan serapi mungkin karena mereka ingin memberi penghormatan kepada arwah.
FYI: antara tanggal 29 hingga 30 seluruh desa sepi karena semua orang pergi ke kuburan.
Kuburan? Iya emang semua acara diadakan di kuburan besaaaaaaaaaaar. Tapi gw ga takut sih pas ada disana… beda ama kuburan di Jawa, merinding bulu romaku hehehhehe. Tapi emang bener sih semua orang Bali berada di kuburan … SEHARIAN… bergadang sampai pagi sampai hari ngaben. Pulang pergi sih, tapi pasti ke kuburan.
Mulai hari ini, pakaian wajib gw adalah kebaya, kain dan selendang untuk diikat di pinggang. Kalau lelaki cukup pakai kain, selendang dan ikat kepala. Plus kalo bisa sih baik kebaya maupun bajunya putih. Tapi kayanya selendang itu paling WAJIB deh. Waktu hari terakhir gw di Pura, gw ga pake kebaya dan kain asal ada selendang di pinggang cukup.
Fact: before my Opa passed away, he has a dreams that his mother came and when he asking for forgiveness, his mother said that she already forgave him but they already has a different path
Hari ketiga, 1 Juli 2008
Kita ke kuburan hari ini, pakaian? Teteup… kebaya, kain, selendang. Kita jalan loh kemana2… Bali emang hobi jalan kayanya. Tapi gw perhatiin biar jalan mereka mah seneng2 aja, secara mereka mau ketemu leluhur. Hari ini kita ketemu sang Mangku, himself, pria karismatik Bali, lumayan ganteng biar tua juga hehehhe…. Bedanya Mangku sama yang lain, dia pakai kain putih emas bawahnya. Kita kasih uang serelanya ke semacam karangan yang ada foto Opanya, dan kita berdoa (menurut keyakinan masing2) walaupun dengan cara Hindu, tau kan … tangan tertutup itu.
Hari ini sih semua pemuka adat Sririt Bubunan datang, termasuk Mangku Pastika si calon Gubernur.
Tapi siangnya kita sempet ke Lovina looh, pantai yang ngetob ama lumba2nya and olahraga lautnya, sayangnya ga sempet snorkeling karena ga ada persiapan…sedih…hiks
Malamnya kita, yang muda2 maksud gw pada nonton tari2an di Kuburan itu. Tarian yang gw tonton itu meliputi tahapan2 sebagai berikut:
- Barong nari sendirian… (eh gw nemu hal menyeramkan disini, berhubung gw and para sepupu dapet keistimewaan nonton di tempat panitia, kalau sedang tidak dipakai topeng barong itu ditutup kain loh)…hiiiy serem deh
- Kemudian dua raksasa keluar
- Putrid an 4 dayang2nya keluar
- Seorang laki2 keluar, kayanya sih Raja, ngobrol sama Putri
- 4 orang yang gayanya mirip2 trio ria jenaka itu keluar, diikuti dua raja, yang kemudia semuanya melakukan meditasi
- Putrid an dayang2 keluar lagi dan menggoda semua yang bermeditasi (ga ada yang kuat loh, semuanya tergoda… HIDUP PEREMPUAAAAAAAAAAAN hehehhehe)
- Dua raja berantem, kesel kali ye meditasinya diganggu
- Jreng..jreng… tangen (penjaga) – dibaca dengan ng aga sengau gaya perancis, keluar. Biasanya sih yang jadi tangent ini suka kerasukan. Anyway mau tau tangen kaya apa? Kalau lihat pertunjukan tari bali ada topeng putih, banyak bulu2 putih dibadannya dan kuku jari tangannya panjang2… itulah si Tangen
- Tangen berantem sama Raja, disini sang dalang sering bantu memisahkan tangent, udah kerasukan berat sih
- Barong keluar dan berhadapan sama tangen
- 4 laki2 dalam balutan sarung kotak2 hitam putih keluar, berantem sama tangent (katanya sih disini kerasukan dipindahin ke 4 laki2 itu – ga heran debus langsung terjadi – tusuk badan pake keris bow)
And the dance end. Sebelum tidur menurut kepercayaan kita harus cuci muka, tangan dan kaki biar ga kemasukan arwah2 aneh. Sekalian aja pake sabun, secara gw ada di sekitar tangen dan barong.
Hari keempat, 2 juli 2008
Harusnya sih hari ini kita ikut prosesi jalan keliling Sririt, tapi males banget deh, secara cuacanya emang PANAS GILA… akhirnya kita jalan2 deh ke Bedugul dan Tanah Lot. Bedugul tuh luar biasa ya? Gunung2 diselimuti kabut, danau berair hijau (yang bikin gw merasa waktu gw masukin tangan ke air, bakal ada mahluk laut yang narik gw ke laut atau keluar loch ness.. (silly), disana juga ada semacam villa yang luar biasa indahnya dan hanya bisa didatangi melalui jalan air (pake speed boat maksudnya – berasa Miami vice deh) dan Pura Ulun Danu… the beautiful one.
And the last kemana lagi kita pergi kalau bukan ke TANAH LOT, my favourite place ever di Bali.
Eh gw pegang si ular laut loh, yang rasanya sip banget kali ini, beda ama biasanya dimana si ular berasa licin berlendir hiiiy… kali ini si ular seperti ular karet biasa, dan make a wish di gua seberangnya.
Hari kelima, 3 juli 2008
Hari H!!!!!!!!!! it’s NGABEN TIME.
Ribuan orang, ribuan kotak, prosesi yang menuntut kesabaran luar biasa, setiap keluarga membawa bendera kuning yang bertuliskan nama keluarganya.
Punya kita? Pasek Gelgel Sudayana
Semua karangan itu dibawa oleh masing2 anggota keluarga, ga boleh jatuh loh karangannya, kalau jatuh mesti diulang pembuatan karangannya dari awal. Melewati prosesi menuju mangku yang akan memberkati dan memberikan air suci.
Gw ngeliat waktu badan yang menyerupai Opa itu dimasukan dalam kotak, aga mirip sama pocong2 mini, bedanya ujung atas bawah ga diiket.
Prosesi pembakaran dimulai, gamelan lengkap ditabuh wah suasananya mistis banget, beberapa orang mulai kerasukan (ini biasa di Bali, banyak banget yg kerasukan tiap upacara) dan menarikan tarian bali. Atau sebenarnya bukan kerasukan? Musiknya emang enak dan bikin kita pengen menari kok.
FYI: I felt a wave of sadness in my heart, whispering… au revoir Opa
Sesudah api padam, abu dimasukan dalam kain putih, dan kita pegang dengan tangan kanan sebanyak 3 kali.
Siap di larung ke laut.
Sayangnya prosesi ini tidak diikuti.
Ada kesalahan bicara ketika keyakinan dibicarakan.
Keluarga Bali bilang sekarang opa sudah dihindukan, dan memancing kemarahan keluarga Kupang. Karena mereka tidak suka mendengar Opa yang sudah nasrani ditarik paksa ke Hindu… oh keyakinan, isu paling sensitive sedunia. Me and my mom? Well we are minoritas di forum dan paling fleksibel… jadi kita speechless.
Aga kecewa juga sih karena gw jadi ga bisa liat proses larung di lautan… hiks
Hari keenam, 4 juli 2008
Hari pulang ke Jakarta.
Paginya kita pamitan sama keluarga Bali dan Opa… dengan cara “sembahyang” menurut gaya Hindu… halah gw mah tetep aje doa ama Tuhan gw… keyakinan boleh berbeda kan?
Prosesi Opa belum selesai, nanti dia akan dibawa ke Pura terbesar di Besakih, sebelum ditempatkan di Puranya selamanya. Menurut kepercayaan sekarang Opa sudah jadi dayeung? Gw ga tau nulisnya gimana, pokonya dia setara dewa lah walaupun dibawah sang Hyang Widi.
And now… time to said goodbye to Bali… and I am Home Jakarta.
Some facts:
- Ya ampuuuuuun. Semua impian gw ada di Bali, rumah Bali adalah rumah impian gw, someday I’m gonna lived here, tapi di Bali gw lebih tenang dan lebih selera makan loooh hehehhe
- Berkaitan dengan Pilkada, kayanya masyarakat Bali tuh tertib banget deh disini, ada rasa hormat sama para calon pemuka itu
- Babi are everywhere… sate, sop, soto, babi guling…it’s a heaven for people who allowed to ate babi and loved babi
- Satu fakta menarik, ada komunitas penduduk di Karangasem, yang semua profesinya adalah peminta2. Mereka percaya bahwa menjadi pengemis adalah takdir mereka yang kalau dielakan akan membuat mereka sakit atau meninggal. Focus utama operasi adalah daerah Kota, makanya di Singaraja dan Sririt ga ada pengemis. Cuma ada di Denpasar dan Kuta. Anyway pada suatu dialog bersama Gubernur, mereka mengeluhkan bahwa yang memberikan mereka uang hanya para turis atau turis local luar Bali, orang Bali local rata2 merasa malu pada populasi Karangasem ini.
SO THIS IS TIME TO CLOSED THIS JOURNAL. SEE YOU AGAIN BALI, I’LL BE BACK SOMEDAY TO LIVE THERE FOREVER.
howdy y’all
cuma sekedar tempat dimana gw bisa merefleksikan and sekalian belajar penulisan yang jauh lebih baik, dimana (cita2nya siiiih) berencana buat bikin satu jurnal khusus buat merekam seluruh aktivitas perjalanan gw (yeah right…macam gw sering jalan aja…tapi mungkin karena jarang jalan itu makanya gw tertarik buat bikin some kind of documentation? dunno)….
anyway…just enjoyed it buat yang udah nyempetin baca.
leave it buat yang sebel ama cara penulisan gw.
and leave some comment hehhehe
Hello world!
Bikin lagiiiiiii…. rani maunya apa sih? bikin blog aja 4, ditengok juga nggak yang lain…
hah…sudahlah….
seperti kata wordpress tiap kita bikin blog baru….
heloo world